Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
MSN Indonesia Bisnis Indonesia Kompas Republika Tempo Detiknews Media Indonesia Jawa Pos Okezone Yahoo News New York Times Times Forbes
Google Yahoo MSN
Bank Indonesia Bank Mandiri BNI BCA BRI Cimb Niaga BII
Hariyono.org Education Zone Ekonomi Mikro Ekonomi Makro KTI-PTK Akuntansi Komputer Media Pend.Askeb Media Bidan Pendidik Materi Blog Kampus # # #
mandikdasmen Depdiknas Kemdiknas BSNP Kamus Bhs Indonesia # # # # # #
Affiliate Marketing Info Biz # # # # # # # # #
Bisnis Online Affilite Blogs Affiliate Program Affiliate Marketing # # # # # # # # #

Rabu, 02 Desember 2009 | 07.12 | 0 Comments

Menjelang Persalinan

Walaupun tanda-tanda persalinan sudah terlihat, jangan panik!

Keluarnya cairan lendir merupakan tanda awal persalinan. Selaput indung telur mengalami gesekan sehingga berdarah. Warna dan jumlah cairan yang keluar pada setiap orang berbeda. Bentuknya seperti lendir yang bercampur dengan darah. Menjelang persalinan, rahim berkontraksi dan saat mulut rahim mulai akan membuka, selaput indung telur yang membungkus bayi tergesek dinding rahim, sebagiannya akan terkelupas dan mengeluarkan darah, lalu bercampur dengan lendir. Pada umumnya setelah keluar cairan lendir, beberapa hari kemudian akan timbul kontraksi. Bila darah keluar cukup banyak dan anda merasa sakit, hal itu bukanlah lendir cairan ini namun mungkin ada masalah.

Wujud cairan lendir bermacam-macam namun yang utama adalah perasaan “lembab/basah”. Cairan ini lembab seperti lendir, dan darah akan berhenti dalam 1-2 hari dan tidak ada rasa sakit. Umumnya darah yang keluar tidak sebanyak saat menstruasi.

Macam-macam Cairan Lendir:

  • Lendir bercampur darah sehingga berwarna pink.
  • Keluar darah seperti menstruasi.
  • Keluar darah seperti menstruasi hingga lendir yang berwarna pink.
  • Keluar darah berbentuk seperti selai.
  • Keluar darah berwarna agak kecoklatan.
  • Keluar darah beberapa kali.

Waktu sejak keluarnya cairan lendir hingga kontraksi berbeda pada tiap orang, umumnya dari sehari hingga seminggu. Namun tidak selalu diikuti kontraksi, ada juga yang mengalami pecah ketuban baru setelahnya timbul kontraksi.

Berhati-hatilah terhadap pendarahan berikut ini:

  • Bila darah yang keluar lebih banyak daripada menstruasi, kemungkinan ada kelainan.
  • Bila tidak berhenti lebih dari 1-2 hari, ada kemungkinan bahaya.
  • Sakit perut yang berkepanjangan atau sakit perut yang mendadak perlu diwaspadai.
  • Pendarahan yang terus mengalir keluar dan darah yang keluar segar harus diwaspadai.

Pecahnya ketuban

Ada 2 macam pecah ketuban (lihat gambar):

  • Pecah ketuban posisi atas
  • Pecah ketuban total

Berbeda dengan cairan lendir, pecah ketuban merupakan proses yang pasti akan dilalui setiap wanita yang melahirkan. Pecah ketuban merupakan hal yang umum terjadi proses melahirkan, namun ada juga kasus “Pecah ketuban dini” dan diikuti proses melahirkan. Yang dimaksud dengan pecah ketuban adalah robeknya selaput indung telur yang membungkus bayi. Jumlah air yang keluar tergantung dari posisi/letak robeknya selaput indung telur. Pada “Pecah ketuban total”, selaput yang robek adalah yang berada dekat mulut rahim, dan air ketuban yang keluar banyak. Pada “Pecah ketuban posisi atas”, selaput yang robek adalah yang jauh dari mulut rahim, dan hanya menyebabkan basahnya celana dalam, dan sulit membedakan apakah ini air seni yang bocor atau air ketuban. “Pecah ketuban dini” dikhawatirkan menyebabkan infeksi. Pakailah pembalut yang bersih, kemudian segera ke rumah sakit.

Bila air ketuban berwarna hijau, segera ke rumah sakit !

Warna air ketuban umumnya tidak berwarna/transparan/bening hingga pink tawar. Bila warnanya seperti ini maka tidak ada masalah pada bayi. Namun bila berwarna kehijauan, maka itu tanda bahwa bayi mengalami tekanan/stres sehingga mengeluarkan tinja dalam air ketuban, atau tanda terinfeksi kuman. Keduanya merupakan kondisi yang bahaya, segeralah ke rumah sakit.

Hal-hal yang harus diperhatikan saat terjadi pecah ketuban

Yang harus segera dilakukan:

  • Pakai pembalut tipe keluar banyak atau handuk yang bersih.
  • Tenangkan diri sambil menelpon ke rumah sakit atau rumah sakit bersalin. Jangan bergerak terlalu banyak pada saat ini. Ambil nafas dan tenangkan diri, lalu telponlah rumah sakit atau rumah sakit bersalin.

Yang tidak boleh dilakukan:

  • Tidak boleh berendam dalam bath tub, karena bayi ada resiko terinfeksi kuman.
  • Jangan bergerak mondar-mandir atau berlari ke sana kemari, karena air ketuban akan terus keluar. Berbaringlah dengan pinggang diganjal supaya lebih tinggi.

Cara membedakan air ketuban dengan air seni

1. Warna

Air ketuban umumnya tidak berwarna/transparan, bila bercampur dengan lendir akan menjadi pink tipis. Air seni umumnya berwarna agak kekuningan.

2. Bau

Air seni berbau amoniak, tapi air ketuban berbau seperti cairan sperma.

3. Bisa tidaknya dihentikan.

Bila anda menahan daerah sekitar anus dan berhenti, maka itu adalah air seni. Bila tidak berhenti maka merupakan air ketuban. Bila keluar saat anda bergerak itu pun adalah air ketuban.


sumber : ibudanbayi

Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2010 - All right reserved by Bidan Pendidik STIKES Karya Husada Pare | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by h4r1
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome, flock and opera.