Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
MSN Indonesia Bisnis Indonesia Kompas Republika Tempo Detiknews Media Indonesia Jawa Pos Okezone Yahoo News New York Times Times Forbes
Google Yahoo MSN
Bank Indonesia Bank Mandiri BNI BCA BRI Cimb Niaga BII
Hariyono.org Education Zone Ekonomi Mikro Ekonomi Makro KTI-PTK Akuntansi Komputer Media Pend.Askeb Media Bidan Pendidik Materi Blog Kampus # # #
mandikdasmen Depdiknas Kemdiknas BSNP Kamus Bhs Indonesia # # # # # #
Affiliate Marketing Info Biz # # # # # # # # #
Bisnis Online Affilite Blogs Affiliate Program Affiliate Marketing # # # # # # # # #

Selasa, 01 Desember 2009 | 15.13 | 0 Comments

Keluarga Berencana

Oleh : IKA YUNI SETYA PUTRI

1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan laju peningkatan penduduk Indonesia pada saat dewasa ini tidak seimbang dengan sosial ekonomi dan tersedianya lapangan pekerjaan yang ada.
Demikian pula halnya dalam masa yang akan datang,tanpa adanya usaha-usaha pencegahan perkembangan laju peningkatan penduduk yang terlalu cepat,usaha-usaha di bidang pembangunan ekonomi dan sosial yang telah dilakukan dengan maksimal tidak akan ada gunanya.
Program Keluarga Berencana merupakan salah satu usaha penanggulangan masalah kependudukan.
Program Keluarga Berencana adalah bagian yang terpadu (integral) dalam program pembangunan nasional yang bertujuan untuk turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi,spiritual,dan sosial budaya penduduk Indonesia,agar dapat dicapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional.
Dalam Program Keluarga Berencana Nasional yang telah dilakukan merupakan suatu usaha keluarga Berencana ,yakni penjarangankehamilan dan menekan laju perkembangan penduduk yang meningkat cepat dengan cara kontrasepsi.

1.2.TUJUAN
Mempunyai 2 tujuan:
1.Tujuan umum :
• Pemberian dukungan dan pemantapan penerimaan gagasan KB yaitu dihayatinya NKKBS.
• Kepentingan orangtua
• Kepentingan anak-anak
• Kepentingan masyarakat

2.Tujuan pokok :
Penurunan angka kelahiran yang bermakna.
Guna mencapai tujuan tersebut maka ditempuh kebijaksanaan mengkatagorikan tiga fase untuk mencapai sasaran yaitu:
1. Fase menunda perkawinan/kesuburan.
2. Fase menjarangkan kehamilan.
3. Fase menghentikan/mengakhiri kehamilan/kesuburan.
Maksud kebijaksanaan tersebut yaitu untuk menyelamatkan ibu dan anak akibat melahirkan pada usia muda,jarak kelahiran yang terlalu dekat dan melahirkan pada usia tua.

2.1.DEFINISI KELUARGA BERENCANA
2.1.1.Menurut WHO [ World Health Organisation ] Expert Committe 1970 :
Adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk :
• Mendapatkan obyektif-obyektif tertentu.
• Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan.
• Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan.
• Mengatur interval diantara kehamilan.
• Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri.
• Menentukan jumlah anak dalam keluarga.
Secara garis besar definisi ini mencakup beberapa komponen dalam pelayanan Kependudukan/KB yang dapat di berikan sebagai berikut:
1. Komunikasi, informasi dan edukasi (KIE),
2. Koseling.
3. Pelayanan kontra sepsi.
4. Pelayanan infertilitas.
5. Pendidikan seks.
6. Konsultasi pra-perkawinan dan konsultasi perkawinan.
7. Konsultasi genetic.
8. Test keganasan.
9. Adopsi.

2.2.MEMILIH METODE KONTRASEPSI
2.2.1.Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu metode kontrasepsi yang baik adalah:
1. Aman/tidak berbahaya
2. Dapat diandalkan
3. Sederhana,sedapat-dapatnya tidak perlu dikerjakan oleh seorang dokter.
4. Murah
5. Dapat diterima oleh orang banyak
6. Pemakaian jangka lama(continuation rate tinggi).
2.2.2.Faktor-faktor dalam memilih metode kontrasepsi :
 Faktor pasangan –Motivasi dan rehabilitasi :
• Umur
• Gaya hidup
• Frekuensi sanggama
• Jumlah keluarga yang diinginkan
• Pengalaman dengan kontraseptivum yang lalu
• Sikap kewanitaan
• Sikap kepriaan

 Faktor kesehatan-Kontraindikasi absolute atau relative :
• Status kesehatan
• Riwayat haid
• Riwayat keluarga
• Pemeriksaan fisik
• Pemeriksaan panggul
 Faktor metode kontrasepsi-Penerimaan dan pemakaian berkesinambungan :
• Efektivitas
• Efek samping minor
• Kerugian
• Komplikasi-komplikasi yang potensial
• Biaya

2.3.TANDA-TANDA BAHAYA PEMAKAIAN KONTRASEPSI
Calon akseptor harus diberitahu/diajarkan tanda-tanda bahaya dari metode kontrasepsi yang sedang dipertimbangkan olehnya,terutama untuk calon akseptor Pil-Oral,Suntikan dan IUD.
 Tanda-tanda bahaya Pil-Oral :
a. Sakit perut yang hebat
b. Sakit dada yang hebat/nafas pendek
c. Sakit kepala yang hebat
d. Keluhan mata : penglihatan kabur
e. Sakit tungkai bawah yang hebat
 Tanda-tanda bahaya Suntikan :
a. Pertambahan berat badan yang menyolok
b. Sakit kepala yang hebat
c. Perdarahan pervaginam yang banyak
d. Dipresi
e. Polyuri
 Tanda-tanda bahaya IUD :
a. Terlambat haid/amenorhoe
b. Sakit perut
c. Demam tinggi/menggigil
d. Keputihan yang sangat banyak dan berbau
e. Spotting,perdarahan pervaginam,haid yang banyak,bekuan-bekuan darah

2.4.MACAM-MACAM METODE KONTRASEPSI
1. Metode sederhana
a) KB Alamiah :
 Natural Family Planning,Pantang berkala
Dasar : menentukan periode/masa subur,yang terjadi sekitar waktu ovulasi,umumnya kira- kira 14 hari sebelum haid berikutnya dan menghindari sanggama selama kurang lebih 7-18 hari,termasuk masa subur dari tiap siklus.
Meliputi :
Metode Kalender
Dasar :menentukan waktu ovulasi dari data haid yang dicatat selama 6-12 bulan terakhir.
Metode Suhu Badan Basal
Dasar :peninggian suhu badan basal 0,2-0,5 o C pada waktu ovulasi.
Metode Lendir Serviks
Dasar :perubahan siklis dari lendir serviks yang terjadi karena perubahan kadar estrogen.
Metode Simpto-Termal
Dasar :kombinasi antara bermacam metode KB Alamiah untuk menentukan masa subur/ovulasi.
b) Coitus Interruptus
Metode kontrasepsi dimana sanggama diakhiri sebelum terjadi ejakulasi intra-vaginal.ejakulasi jauh dari genetalia eksterna wanita.
2. Dengan Alat
a) Mekanis(Barrier):
Kondom pria
Dasar :menghalangi masuknya spermatozoa ke dalam traktus genetalia interna wanita.
Barrier intra vaginal :
Dasar :menghalangi masuknya spermatozoa ke dalam traktus genetalia interna wanita dan immobilisasi/mematikan spermatozoa oleh spermisidnya.
Meliputi :
 Diafragma
 Kondom wanita
 Kap serviks
 Spons
b) Kimiawi:
Spermisid
• Dasar mekanis :menghalangi spermatozoa
• Dasar kimiawi :immobilisasi / mematikan spermatozoa

Meliputi :
 Vaginal cream
 Vaginal foam
 Vaginal jelly
 Vaginal suppositoria
 Vaginal tablet(busa)
3. Metode Modern
a) Kontrasepsi Hormonal :
Mekanisme kerja :mempengaruhi Ovulasi,Implantasi,Transport gamet,Fungsi corpus luteum,dan Lendir serviks.

Meliputi :
Per-oral
Injeksi/Suntikan
Implant/ Alat Kontrasepsi Bawah Kulit
b) Intra Uterine Devices (IUD,AKDR ):
Mekanisme kerja AKDR belum diketahui degan pasti,tetapi cara kerjanya bersifat lokal.
c) Kontrasepsi Mantap :
Dasar :oklusi tuba fallopi sehingga spermatozoa dan ovum tidak dapat bertemu.untuk memperoleh hal tersebut,diperlukan 2 langkah tindakan yaitu :
• Mencapai tuba fallopi
• Penutupan tuba fallopi
 Pada Wanita
Penyinaran
Medis Operatif Wanita
Penyumbatan Tuba Falloppi

 Pada Pria :
Medis Operatif Pria
Penyumbatan Vasdeferens secara mekanis

2.5.PENELITIAN-PENELITIAN METODE BARU KONTRASEPSI
Penelitian-penelitian untuk menemukan metode baru kontrasepsi yang lebih efektif,aman,dan sebagainya,masih terus berlanjut hingga saat ini,antara lain :
1. Pada Wanita :
• Cincin Vagina dengan hormone
• Vaksin Kontrasepsi/Vaksin Infertilitas
• IUD berdaya kerja panjang dengan hormone progestin

2. Pada Pria :
• Hormon-hormon Steroid berdaya kerja tinggi
2.6.KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DARI KONTRASEPSI KB ALAMIAH
Keuntungan :
1. Aman.
2. Murah/tanpa biaya.
3. Dapat diterima oleh banyak golongan agama.
4. Sangat berguna baik untuk merencanakan maupun menhindari terjadinya kehamilan.
5. Mengajar wanita,kadang-kadang suaminya perihal siklus haid.
6. Tanggung jawab berdua sehingga menambah komunikasi dan kerjasama.
Kerugian :
1. Kurang begitu efektif dibandingkan metode-metode kontrasepsi lainnya.
2. Perlu instruksi dan konseling sebelum melakukan metode ini.
3. Memerlukan catatan siklus haid yang cukup.
4. Dapat menghambat spontanitas seksual,stress psikologi dan kesulitan-kesulitan dalam perkawinan.
5. Bila siklus haid tidak teratur,dapat mempersulit.
6. Bila terjadi kehamilan,ada resiko bahwa ovum/spermanya sudah terlalu tua.

Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2010 - All right reserved by Bidan Pendidik STIKES Karya Husada Pare | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by h4r1
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome, flock and opera.