Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
MSN Indonesia Bisnis Indonesia Kompas Republika Tempo Detiknews Media Indonesia Jawa Pos Okezone Yahoo News New York Times Times Forbes
Google Yahoo MSN
Bank Indonesia Bank Mandiri BNI BCA BRI Cimb Niaga BII
Hariyono.org Education Zone Ekonomi Mikro Ekonomi Makro KTI-PTK Akuntansi Komputer Media Pend.Askeb Media Bidan Pendidik Materi Blog Kampus # # #
mandikdasmen Depdiknas Kemdiknas BSNP Kamus Bhs Indonesia # # # # # #
Affiliate Marketing Info Biz # # # # # # # # #
Bisnis Online Affilite Blogs Affiliate Program Affiliate Marketing # # # # # # # # #

Rabu, 02 Desember 2009 | 07.28 | 0 Comments

Breastfeeding With Confidence: Panduan Untuk Belajar Menyusui dengan Percaya Diri

Menjadi ibu menyusui adalah pilihan terbaik, terpenting, dan terhebat dari setiap ibu. Saya mengacungkan dua jempol (kalau perlu dengan jempol kaki hehehe) kepada ibu-ibu menyusui yang meskipun menjalankan karirnya namun berjuang untuk tetap memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan ASI selama 2 tahun, atau dalam bahasa Qurannya haulain kamilain. Buku ini saya beli ketika hamil, sebagai persiapan agar setelah bayi saya lahir saya bisa menyusui dengan sukses. Saya memilihnya karena direkomendasikan oleh Dr. Utami Rusli SpA, MBA, IBCL, pakar ASI Indonesia. Isinya memang cenderung berupa pengetahuan dan tips-tips praktis, meskipun bagi saya agak kurang mendalam. Mungkin karena saya orang medis. Saya bahagia walaupun menjalani operasi caesar dan berkarir, namun memiliki dukungan keluarga yang kuat untuk tetap memberikan ASI. Di hari-hari pertama hampir saja putus asa dan akan membeli susu formula. Namun saya terus teringat kata ibu saya, “Harus berhasil!, harus berhasil!” Dan akhirnya saya benar-benar berhasil and I am confidence enough. Here is the gem of the book.

“Air Susu Ibu adalah hadiah yang sangat berharga yang dapat diberikan pada bayi. Dalam keadaan miskin mungkin hadiah satu-satunya. Dalam keadaan sakit mungkin merupakan hadiah yang menyelamatkan jiwanya.” (UNICEF)

“Penelitian Emond dkk di suatu negara berkembang yang dipublikasikan di Pediatrics 30 maret 2006 menunjukkan bahwa bila bayi dibiarkan menyusu sendiri selama 30-60 menit, tidak saja akan mempermudah keberhasilan menyusui, tetapi juga akan menurunkan 22% angka kematian bayi di bawah 28 hari.” (Utami Rusli)

“Bayi yang baru lahir memiliki kecakapan alami untuk menghisap susu dari payudara ibunya dan para ibu yang baru pertama menyusui mendapatkan kecakapan untuk mengatur posisi menyusui memegang bayi dengan benar dari pengalamannya melihat ibu yang lain menyusui.” (Profesor Peter Hartmann, Australia)

“Belajar menyusui seperti layaknya belajar naik sepeda, ada seni dan caranya. Pemahaman tentang bagaimana seni dan caranya itu sangat penting, tapi dibutuhkan latihan agar terasa mudah.”

“Bagaimanapun, menyusui tidaklah sesederhana memindahkan susu dari payudara kepada bayi Anda. Proses tersebut juga berkaitan dengan transfer bau tubuh, sentuhan kulit, kehangatan, dan perasaan antara Anda dan bayi Anda ketika saling memandang selama interaksi yang menakjubkan ini, berulangkali setiap hari.”

“Pengaliran ASI dapat berkurang karena rasa malu, takut, atau sakit sehingga ketika bayi akan disusui lagi muncul sejumlah masalah.”

“Hampir separuh kalori dalam ASI diperoleh dari karbohidrat, khususnya laktosa. Manusia dengan jaringan otaknya yang paling kompleks, memiliki kandungan laktosa tertinggi dibanding semua mamalia. Laktosa tubuh dipecah menjadi glukosa untuk energi dan galaktosa untuk menghasilkan galaktolipid, termasuk cerebrosida yang digunakan untuk perkembangan otak dan syaraf pusat.”

“Jika memungkinkan, usahakan untuk menyusui atau memompa ASI pada empat atau lima hari pertama setelah bayi lahir. Jika Anda menjalani operasi saat melahirkan atau memulai suatu pengobatan baru, tanyakan kepada dokter apakah Anda dapat menunda perlakuan medis selama beberapa hari agar dapat menyusui terlebih dahulu.”

“Efek yang merugikan karena tidak disusui adalah: IQ berkurang 8,9 poin, penyakit kardiovaskuler di masa yang akan datang, rematik tulang pada anak-anak, multisklerosis, dan kegemukan.”

“Menyusui menghindarkan Anda dari: kegemukan, osteoporosis, kanker indung telur, dan kanker payudara menjelang menopause.”

“Jika Anda ingin atau terpaksa memberikan susu botol saja, upayakan kontak langsung kulit Anda dengan kulit bayi selama beberapa jam begitu bayi lahir dan jadilah orang yang memberikan susu melalui botol selama 2-3 bulan pertama.”

“Ketika memutar kunci untuk membuka pintu kehidupan sebagai ibu dan menyusui bayi, kunci sukses yang penting adalah Anda benar-benar ingin menyusui bayi Anda dan Anda memiliki setidaknya satu payudara. Serta dukungan pasangan, keluarga, dan teman-teman untuk mengatasi masalah-masalah menyusui dengan mengingatkan Anda betapa sehatnya bayi Anda nanti.”

“Dalam banyak budaya, berinteraksi dengan bayi di malam hari adalah hal yang positif.”

“Sangat penting bagi Anda untuk turun dari tempat tidur lebih siang atau tidur siang. Jika memungkinkan, rencanakan untuk melakukan kedua-duanya.”

“Payudara Anda adalah bagian tubuh Anda yang sangat menarik. Memahami bagaimana mereka bekerja, termasuk berbagai perubahan selama hamil, dan setelah melahirkan, akan membuat Anda memiliki perasaan positif terhadap menyusui.”

“Bayi membutuhkan ketenangan tanpa adanya suara bising dan ingin merasa aman mendengarkan suara Anda dan suara-suara tubuh.”

“Hal yang paling penting untuk ibu dan bayi, dengan melakukan kontak kulit, ibu akan memproduksi lebih banyak ASI.”

“Pada pertama kali bayi Anda berada di sekitar payudara Anda tidak akan langsung menyusu, melainkan untuk mengenali aroma tubuh Anda, kelembutan payudara dan rasa ASI yang dijilatnya dari puting. Saat itu ia mempelajari banyak hal yang akan memudahkannya menyusu.”

“Bicarakan dengan paangan tentang perasaan Anda mengenai seks dan jelaskan bantuan yang Anda butuhkan sehingga Anda tidak terlalu lelah dan jadi lebih berminat pada seks.”

“Lakukanlah latihan dengan meninggalkan bayi dirumah. Jadi, Anda dapat mengetahui bagaimana reaksi bayi dan payudara Anda.Dengan demikian, Anda akan tahu seberapa sring harus memeras payudara di tempat kerja dan akan mengurangi kekhawatiran Anda pada hari pertama masuk kerja.”

Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2010 - All right reserved by Bidan Pendidik STIKES Karya Husada Pare | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by h4r1
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome, flock and opera.