Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
MSN Indonesia Bisnis Indonesia Kompas Republika Tempo Detiknews Media Indonesia Jawa Pos Okezone Yahoo News New York Times Times Forbes
Google Yahoo MSN
Bank Indonesia Bank Mandiri BNI BCA BRI Cimb Niaga BII
Hariyono.org Education Zone Ekonomi Mikro Ekonomi Makro KTI-PTK Akuntansi Komputer Media Pend.Askeb Media Bidan Pendidik Materi Blog Kampus # # #
mandikdasmen Depdiknas Kemdiknas BSNP Kamus Bhs Indonesia # # # # # #
Affiliate Marketing Info Biz # # # # # # # # #
Bisnis Online Affilite Blogs Affiliate Program Affiliate Marketing # # # # # # # # #

Rabu, 02 Desember 2009 | 18.20 | 0 Comments

Kenali Warna & Bentuk Feses Bayi

Kebanyakan ibu yang baru melahirkan selalu berpatokan bahwa kesehatan bayinya terletak pada kegiatan buang air besarnya (BAB). Tak hanya soal frekuensi dan warna, bentuk feses yang berbeda dari biasanya pun kerap menimbulkan kecemasan tersendiri.


Secara medis ada enam warna feses yang dihasilkan oleh bayi memang bisa dijadikan indikator normal atau tidaknya sistem pencernaan bayi tersebut. Warna feses tersebut adalah kuning atau cokelat, hijau, merah, dan putih atau keabu-abuan.

Nah, sebelum Anda semakin cemas, sebaiknya simak penjelasan berikut ini.

Warna feses

Feses berwarna kuning
Secara medis, feses berwarna kuning cerah dan cemerlang diindikasikan sebagai feses yang normal. Warna feses kuning normal ini dimiliki oleh bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif. Feses ini biasanya disebut dengan golden feses. Namun ini bukan berarti feses bayi yang tidak mendapatkan ASI tapi amendapatkan susu formula juga tidak bisa bagus. Biasanya warna feses bayi dengan susu formula atau ASI tapi dicampur dengan susu formula maka feses bayi cenderung kuning lebih gelap atau kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan.

Feses berwarna hijau
Feses berwarna hijau juga termasuk kategori normal. Namun dengan catatan, warna feses bayi juga tidak boleh terus menerus berwarna hijau tapi sesekali warna feses bayi harus juga kuning. Jika terus menerus berwarna hijau, maka ada yang salah dengan cara ibu memberikan ASI. Warna feses hijau cenderung membuat bayi buang gas terlalu sering (kentut terus) sehingga bisa membuat bayi merasa tak nyaman (kolik).

Feses berwarna Merah
Warna merah pada feses bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertai. Bentuknya fesesnya pun bisa cair ataupun menggumpal. Selanjutnya dokter yang menangani akan melakukan observasi apakah apakah warna merah tersebut disebabkan darah dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya. Bila ternyata warna merah pada feses bukan dari ibu akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ada dua penyebab kondisi ini, yaitu alergi susu formula atau telah terjadi invaginasi (penyumbatan pada usus) Kedua penyebab ini harus segera mendapatkan penanganan medis dengan cepat. Jika ternyata bayi mengalami invaginasi, maka solusinya adalah operasi.
Feses berwarna putih atau agak keabua-abuan
Baik dalam bentuk encer atau pada, jika feses bayi yang baru lahir berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan maka ibu harus waspada. Warna putih pucat ini menunjukkan gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu, Segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penganan secepatnya.

Bentuk feses

1. Saat baru lahir, bentuk feses bayi menyerupai aspal lembek. Zat buangan ini berasal dari pencernaan bayi yang dibawa dari kandungan. Setelah itu, feses bayi bisa bergumpal-gumpal seperti jeli, padat, berbiji (seeded) dan bisa juga berupa cairan.

2. Feses bayi yang diberi ASI eksklusif biasanya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair.

3. Feses bayi yang diberi susu formula berbentuk padat, bergumpal-gumpal atau agak liat dan merongkol/bulat. Berbeda dengan bayi yang mengkonsumsi ASI, bayi yang mengonsumsi susu formula kadangkala akan mengalami sembelit atau susah buang air besar. Curigai jika bayi yang mengkonsumsi susu formula bentuk fesesnya cair.

Frekuensi buang air besar (BAB)
Paling penting untuk dipahami adalah bahwa frekuensi BAB pada setiap bayi pasti berbeda-beda. Bahkan, bayi yang sama pun, frekuensi BAB-nya akan berbeda di minggu ini dan minggu depannya. Asalkan tidak menganggu proses pertumbuhannya, maka ibu tak pelu cemas. Bagi bayi yang mendapatkan ASI ekslusif biasanya bisa tidak BAB hingga seminggu lamanya. Tak perlu cemas, hal ini karena memang tidak ada ampas makanan yang harus dikeluarkan. Jadi bukan karena gangguan sembelit.

Sumber: conectique.com

Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2010 - All right reserved by Bidan Pendidik STIKES Karya Husada Pare | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by h4r1
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome, flock and opera.